Orang tua merupakan orang yang
paling dekat dengan anaknya, semua orang tua menginginkan anaknya menjadi yang
terbaik dan selalu unggul di bandingkan yang lain, namun jika yang ada hanya
keinginan dalam hati saja tanpa ada rasa ingin mewujudkannya, itu percuma! Orang
tua seharusnya memahami bahwa merekalah sebagai penanggung jawab utama dalam
pendidikan putra-putrinya. Dan secara umum, berhasil tidaknya pendidikan
seorang anak biasanya dihubungkan dengan perkembangan pribadi orang tuanya dan
baik tidaknya hubungan, komunikasi dan model peraturan dalam keluarga. Berikut ini
merupakan peranpenting orang tua dalam pendidikan anaknya:
·
PERKEMBANGAN SPIRITUAL ANAK
Dalam
bidang spiritual, peran orang tua sangat vital. Taat beragama atau tidaknya
seorang anak banyak dipengaruhi oleh contoh dan cara orang tua mereka
menjalankan ibadahnya. Orang tua tidak dapat menyerahkan pendidikan agama ke
sekolah, walaupun sekolah tersebut berbasis agama. Di dunai modern ini banyak
sekolah yang tidak berbasis agama, dimana pelajaran agama diberikan menurut
kepercayaan masing-masing. Komunitas sekolah yang beragam ini mempunyai nilai
positif karena komunitas seperti ini mencerminkan keadaan di masyarakat global
pada saat ini dimana anak-anak kita tidak mungkin hanya bergaul dengan
orang-orang yang satu iman saja, anak-anak diajarkan untuk terbiasa bersikap
toleran dan hormat terhadap agama lain, sehingga mereka dapat berperan dalam
terciptanya perdamaian dunia.
·
PERKEMBANGAN KARAKTER ANAK
Pembentukan
karakter anak juga sangat dipengaruhi oleh karakter, perilaku bahkan kata-kata
yang biasa diucapkan oleh orang tua. Banyak anak yang merasa kurang percaya
diri, atau terlalu percaya diri karena kesalahan pola asuh orang tua, Banyak
anak yang menjadi kurban pelecehan dari orang tuanya secara fisik, tetapi tanpa
disadari banyak dari kita sebagai orang tua melukai anak dengan kata-kata kita,
yang juga dapat ‘membunuh’ anak kita. Kata-kata sederhana seperti ‘anak bodoh’,
anak sial’, ‘anak malas’, ‘anak nakal’, ‘si buruk rupa’, ‘kamu tidak sepintar
kakakmu’, dapat meninggalkan luka yang sangat dalam di diri anak-anak, yang
nantinya akan sangat berpengaruh dalam perkembangan karakternya.
·
PERKEMBANGAN AKADEMIS ANAK
Diantara
perkembangan spiritual, emosi, mental, dan akademis, bidang ini adalah bidang
dimana sekolah mempunyai andil yang lebih besar dari orang tua. Oleh karena itu
perlu dicermati program akademis sekolah yang menjadi tujuan orang tua bagi
putra-putrinya.
·
ANAK KITA ADALAH CIPTAAN TUHAN YANG UNIK
Sebagai
orang tua harus sadar dan menerima bahwa setiap anak kita unik, anak pertama,
berbeda dengan anak kedua. Bahkan saudara kembarpun berbeda. Oleh karena itu,
sebagai orang tua juga harus menyadari bahwa mungkin anak pertama kita unggul
di matematika, tetapi anak kedua kita sangat lemah dimatematika. Tetapi apakah
berarti anak kedua kita bodoh? Pasti anak tersebut mempunyai talenta di bidang
lain, yang tidak dimilik kakaknya. Adalah tugas kita sebagai orang tua untuk
membantu masing-masing anak kita untuk menemukan keunggulannya, tanpa
membanding-bandingkan dengan saudara kandungnya, apalagi dengan anak teman
kita, atau dengan teman mereka.
·
MEMBERIKAN CONTOH-CONTOH TELADAN YANG BAIK DARI
LINGKUNGAN SEKITAR
Pemberian contoh teladan dari
lingkungan sekitar dapat dilakukan dnegan berbagai cara, antara lain dengan
mengenalkan anak pada tokoh- tokoh yang dapat dijadikan panutan dalam bentuk
cerita yang menyenangkan. Dalam hal ini, penting bagi anak untuk mengetahui
teladan- teladan terbaik di dunia sehingga anak akan cenderung menirukan apa
yang telah dijelaskan oleh orang tua.
·
MEMBIARKAN ANAK-ANAK BERMAIN, NAMUN HARUS
MENYERTAKAN AJARAN KEBAIKAN
Sekarang ini banyak sekali sumber
permainan edukatif yang dapat diberikan pada anak. Perlu diketahui bahwa dunia
anak adalah dunia bermain, maka sebagai orang tua harus pandai membagi waktu
mereka dalam bermain dan belajar. Jangan memaksa anak untuk terlibat dalam
terlalu banyak jadwal belajar seperti les sana- sini sehingga tak ada waktu
bagi mereka untuk bermain karena hal ini justru dapat menghilangkan momen
bermain sang anak yang mana dalam momen ini mereka berkembang dan berinteraksi
langsung dengan lingkungan sekitarDi sisi lain, membiarkan anak bermain
seharian juga bukan merupakan hal yang baik karena akan membiasakan anak
menjadi lupa waktu dan terlalu asyik dengan kesenangan mereka sehingga mereka
lupa akan kewajiban yang harus mereka laksanakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar