Sabtu, 20 Desember 2014

PERAN PENTING ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK

Orang tua merupakan orang yang paling dekat dengan anaknya, semua orang tua menginginkan anaknya menjadi yang terbaik dan selalu unggul di bandingkan yang lain, namun jika yang ada hanya keinginan dalam hati saja tanpa ada rasa ingin mewujudkannya, itu percuma! Orang tua seharusnya memahami bahwa merekalah sebagai penanggung jawab utama dalam pendidikan putra-putrinya. Dan secara umum, berhasil tidaknya pendidikan seorang anak biasanya dihubungkan dengan perkembangan pribadi orang tuanya dan baik tidaknya hubungan, komunikasi dan model peraturan dalam keluarga. Berikut ini merupakan peranpenting orang tua dalam pendidikan anaknya:
·         PERKEMBANGAN SPIRITUAL ANAK
Dalam bidang spiritual, peran orang tua sangat vital. Taat beragama atau tidaknya seorang anak banyak dipengaruhi oleh contoh dan cara orang tua mereka menjalankan ibadahnya. Orang tua tidak dapat menyerahkan pendidikan agama ke sekolah, walaupun sekolah tersebut berbasis agama. Di dunai modern ini banyak sekolah yang tidak berbasis agama, dimana pelajaran agama diberikan menurut kepercayaan masing-masing. Komunitas sekolah yang beragam ini mempunyai nilai positif karena komunitas seperti ini mencerminkan keadaan di masyarakat global pada saat ini dimana anak-anak kita tidak mungkin hanya bergaul dengan orang-orang yang satu iman saja, anak-anak diajarkan untuk terbiasa bersikap toleran dan hormat terhadap agama lain, sehingga mereka dapat berperan dalam terciptanya perdamaian dunia.

·         PERKEMBANGAN KARAKTER ANAK
Pembentukan karakter anak juga sangat dipengaruhi oleh karakter, perilaku bahkan kata-kata yang biasa diucapkan oleh orang tua. Banyak anak yang merasa kurang percaya diri, atau terlalu percaya diri karena kesalahan pola asuh orang tua, Banyak anak yang menjadi kurban pelecehan dari orang tuanya secara fisik, tetapi tanpa disadari banyak dari kita sebagai orang tua melukai anak dengan kata-kata kita, yang juga dapat ‘membunuh’ anak kita. Kata-kata sederhana seperti ‘anak bodoh’, anak sial’, ‘anak malas’, ‘anak nakal’, ‘si buruk rupa’, ‘kamu tidak sepintar kakakmu’, dapat meninggalkan luka yang sangat dalam di diri anak-anak, yang nantinya akan sangat berpengaruh dalam perkembangan karakternya.

·         PERKEMBANGAN AKADEMIS ANAK
Diantara perkembangan spiritual, emosi, mental, dan akademis, bidang ini adalah bidang dimana sekolah mempunyai andil yang lebih besar dari orang tua. Oleh karena itu perlu dicermati program akademis sekolah yang menjadi tujuan orang tua bagi putra-putrinya.

·         ANAK KITA ADALAH CIPTAAN TUHAN YANG UNIK
Sebagai orang tua harus sadar dan menerima bahwa setiap anak kita unik, anak pertama, berbeda dengan anak kedua. Bahkan saudara kembarpun berbeda. Oleh karena itu, sebagai orang tua juga harus menyadari bahwa mungkin anak pertama kita unggul di matematika, tetapi anak kedua kita sangat lemah dimatematika. Tetapi apakah berarti anak kedua kita bodoh? Pasti anak tersebut mempunyai talenta di bidang lain, yang tidak dimilik kakaknya. Adalah tugas kita sebagai orang tua untuk membantu masing-masing anak kita untuk menemukan keunggulannya, tanpa membanding-bandingkan dengan saudara kandungnya, apalagi dengan anak teman kita, atau dengan teman mereka.

·         MEMBERIKAN CONTOH-CONTOH TELADAN YANG BAIK DARI LINGKUNGAN SEKITAR
Pemberian contoh teladan dari lingkungan sekitar dapat dilakukan dnegan berbagai cara, antara lain dengan mengenalkan anak pada tokoh- tokoh yang dapat dijadikan panutan dalam bentuk cerita yang menyenangkan. Dalam hal ini, penting bagi anak untuk mengetahui teladan- teladan terbaik di dunia sehingga anak akan cenderung menirukan apa yang telah dijelaskan oleh orang tua.

·         MEMBIARKAN ANAK-ANAK BERMAIN, NAMUN HARUS MENYERTAKAN AJARAN KEBAIKAN

Sekarang ini banyak sekali sumber permainan edukatif yang dapat diberikan pada anak. Perlu diketahui bahwa dunia anak adalah dunia bermain, maka sebagai orang tua harus pandai membagi waktu mereka dalam bermain dan belajar. Jangan memaksa anak untuk terlibat dalam terlalu banyak jadwal belajar seperti les sana- sini sehingga tak ada waktu bagi mereka untuk bermain karena hal ini justru dapat menghilangkan momen bermain sang anak yang mana dalam momen ini mereka berkembang dan berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitarDi sisi lain, membiarkan anak bermain seharian juga bukan merupakan hal yang baik karena akan membiasakan anak menjadi lupa waktu dan terlalu asyik dengan kesenangan mereka sehingga mereka lupa akan kewajiban yang harus mereka laksanakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar