Terjadinya kontrol diri tentunya tidaklah datang
begitu saja, ada beberapa fakto yang mempekaruhi hal tersebut diantaranya ialah
·
Kepribadian.
Kepribadian mempengaruhi control diri
dalam konteks bagaimana seseorang dengan tipikal tertentu bereaksi dengan
tekanan yang dihadapinya dan berpengaruh pada hasil yang akan diperolehnya.
Setiap orang mempunyai kepribadian yang berbeda (unik) dan hal inilah yang akan
membedakan pola reaksi terhadap situasi yang dihadapi. Ada seseorang yang
cenderung reaktif terhadap situasi yang dihadapi, khususnya yang menekan secara
psikologis, tetapi ada juga seseorang yang lamban memberikan reaksi.
·
Situasi.
Situasi merupakan faktor yang berperan
penting dalam proses kontrol diri. Setiap orang mempunyai strategi yang berbeda
pada situasi tertentu, dimana strategi tersebut memiliki karakteristik yang
unik. Situasi yang dihadapi akan dipersepsi berbeda oleh setiap orang, bahkan
terkadang situasi yang sama dapat dipersepsi yang berbeda pula sehingga akan
mempengaruhi cara memberikan reaksi terhadap situasi tersebut. Setiap situasi
mempunyai karakteristik tertentu yang dapat mempengaruhi pola reaksi yang akan
dilakukan oleh seseorang.
·
Etnis.
Etnis atau budaya mempengaruhi kontrol
diri dalam bentuk keyakinan atau pemikiran, dimana setiap kebudayaan tertentu
memiliki keyakinan atau nilai yang membentuk cara seseorang berhubungan atau
bereaksi dengan lingkungan. Budaya telah mengajarkan nilai-nilai yang akan
menjadi salah satu penentu terbentuknya perilaku seseorang, sehingga seseorang
yang hidup dalam budaya yang berbeda akan menampilkan reaksi yang berbeda dalam
menghadapi situasi yang menekan, begitu pula strategi yang digunakan.
·
Pengalaman.
Pengalaman akan membentuk proses
pembelajaran pada diri seseorang. Pengalaman yang diperoleh dari proses
pembelajaran lingkungan keluarga juga memegang peran penting dalan kontrol diri
seseorang, khususnya pada masa anak-anak. Pada masa selanjutnya seseorang
bereaksi dengan menggunakan pola fikir yang lebih kompleks dan pengalaman
terhadap situasi sebelumnya untuk melakukan tindakan, sehingga pengalaman yang
positif akan mendorong seseorang untuk bertindak yang sama, sedangkan
pengalaman negatif akan dapat merubah pola reaksi terhadap situasi tersebut.
·
Usia.
Bertambahnya usia pada dasarnya akan
diikuti dengan bertambahnya kematangan dalam berpikir dan bertindak. Hal ini
dikarenakan pengalaman hidup yang telah dilalui lebih banyak dan bervariasi,
sehingga akan sangat membantu dalam memberikan reaksi terhadap situasi yang
dihadapi. Orang yang lebih tua cenderung memiliki control diri yang lebih baik
dibanding orang yang lebih muda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar